Kenali Penyebab Serta Gejala Penyakit Usus Buntu

Penyakit Usus Buntu Usus buntu atau bahasa kedokterannya Appendicitis merupakan suatu kondisi dimana bagian appendix pada usus besar (kolon) terjadi peradangan atau pembengkakan. Tidak ada alasan jelas yang menyebabkan tersumbatnya saluran tersebut, namun beberapa studi mengatakan bahwa hal ini disebabkan oleh benda-benda yang terbawa makanan, atau kotoran yang bersifat keras sehingga mengakibatkan infeksi dan menimbulkan peradangan. Namun tidak ada masalah kesehatan yang ditimbulkan apabila usus buntu diangkat (dioperasi).

Kenali Penyebab dan Gejala Penyakit Usus Buntu
Kenali Penyebab dan Gejala Penyakit Usus Buntu

Apabila saluran appendix sudah tersumbat total, salah satu langkah yang ditempuh yaitu dengan melakukan operasi pada daerah yang tersumbat. Rasa sakit yang ditimbulkan oleh penyakit ini sungguh terlalu, dan terkadang rasa sakit itu hilang timbul. Penyakit ini sering salah diduga, sehingga sering orang mengabaikan penyakit ini hingga ia menjadi sesuatu yang mengancam. Oleh karena itu kenali gejala penyakit usus buntu sehingga dapat segera dilakukan penanganan yang tepat.

Gejala Penyakit Usus Buntu

Biasanya orang yang mengalami usus buntu akan mengalami nyeri pada bagian perut. Adapun ciri-ciri utama yang ditimbulkan usus buntu yakni:

  • Awalnya akan muncul rasa sakit pada area sekitar pusar yang terkadang muncul dan hilang dengan sendirinya. Penderita juga sering mengalami rasa mual dan muntah.
  • Selang beberapa lama setelah kondisi pertama, maka akan terasa sakit pada abdomen bagian kanan. Rasa sakit yang ditimbulkan tergolong kuat, hingga membuat penderita menjadi demam tinggi.

Gejala yang ditimbulkan penyakit ini sering salah ditafsir. Ada yang mengira bahwa mereka terjangkit penyakit maag, keracunan makanan, infeksi saluran kemih, dan sebagainya. Sehingga tak jarang beberapa orang memberikan penanganan yang salah dan tak kunjung sembuh.

Oleh sebab itu amat disarankan apabila anda merasakan gejala diatas untuk segera berkonsultasi ke dokter penyakit dalam. Hal ini untuk mendeteksi lebih awal sehingga anda dapat melakukan penanganan secara tepat.

Langkah-Langkah Pengecekan Terhadap Usus Buntu

Karena gejala penyakit usus buntu hampir mirip dengan gejala penyakit lainnya, maka berkonsultasi langsung dengan dokter merupakan pilihan yang tepat. Adapun proses pengecekan yang biasanya dilakukan yakni:

1. Pengecekan Fisik

Pada kasus pasien usus buntu, ketika dokter menekan bagian perut secara perlahan, lalu dilepas maka akan menimbulkan rasa sakit yang amat kuat.

2. Tes Urine

Tes urine dilakukan untuk menghapus kemungkinan penyakit lain seperti infeksi kandung kemih dan batu ginjal.

3. Tes Darah

Tes ini dilakukan untuk mengecek jumlah sel darah putih (leukosit) untuk menghindari terjadinya infeksi.

4. CT Scan

Hal ini dilakukan untuk melihat daerah yang tersumbat serta melihat kondisi usus buntu

Langkah-Langkah Pengobatan Usus Buntu

Cara untuk menghilangkan penyakit usus buntu yakni dengan melakukan operasi, yang disebut dengan istilah apendektomi. Melakukan operasi pengangkatan usus buntu diyakini lebih aman daripada menunggu hasil pengecekan ada tidaknya usus buntu tersebut. Hal ini dikarenakan pengangkatan usus buntu tidak akan memberikan efek samping bagi kesehatan dalam jangka waktu yang panjang.

Terdapat dua jenis operasi pengangkatan usus buntu, yakni operasi laparoskopi dan bedah sayatan terbuka. Operasi laparoskopi merupakan jenis operasi dengan prosedur lubang kunci, disebut lubang kunci karena operasi ini dilakukan hanya melalui lubang kecil pada tubuh pasien. Namun pada kasus pasien yang mengalami usus buntu pecah, operasi ini tidak dapat dilakukan.

Usus buntu yang pecah akan mengakibatkan infeksi pada daerah sekitarnya sehingga perlu dilakukan operasi bedah sayatan terbuka. Operasi jenis ini selain untuk mengangkat usus buntu, juga agar memudahkan pihak medis untuk melakukan pembersihan rongga perut dari pecahan usus buntu.

Biasanya pasien akan diizinkan keluar dari rumah sakit setelah 1 minggu dari waktu operasi. dan biasanya butuh waktu 2-3 minggu hingga akhirnya pasien dapat beraktivitas kembali secara normal. Namun perlu diingat bahwa pasien yang baru sembuh tidak boleh melakukan aktivitas berat

Sekian informasi mengenai Penyebab dan Gejala Penyakit Usus Buntu. Semoga anda dapat mengenali penyakit tersebut sejak dini dan menanganinya secara tepat. Baca juga:

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *