Mengetahui Penyebab dan Cara Mengatasi Autisme

Cara Mengatasi Autisme – Bagi anda yang mempunyai anak penyandang Autisme, tahu kah anda mengapa seorang anak bisa autis?. Jika belum, maka sebaiknya anda membaca artikel berikut ini agar kelak tidak mengalami hal yang sama.

Mengetahui Penyebab dan Cara Mengatasi Autisme
Mengetahui Penyebab dan Cara Mengatasi Autisme

Autisme merupakan sebuah gangguan sistem saraf otak yang menyebabkan otak tidak dapat mengolah informasi yang dia terima. Gejala-gejala autisme telah dapat dirasakan ketika anak berusia 12 bulan hingga 3 tahun. Adapun tanda-tanda gejala autis dapat dilihat dari tingkah laku anak seperti berikut ini:

  • Sering tertawa sendirian
  • Tidak dapat melakukan eye contact atau pandangan fokus ke arah mata
  • Tidak menunjukkan minat untuk bergaul dengan orang lain
  • Tenggelam pada dunianya sendiri
  • Tidak merespon senyuman orang lain
  • Menghindari sentuhan fisik
  • Sering mengulang kata-kata yang sama
  • Tidak mengenal akan rasa sakit
  • Suka pada hal-hal yang menimbulkan cahaya, suara, serta gerakan

Faktor Penyebab Munculnya Sindrome Autisme

Sebuah penyakit tentu tidak akan muncul tanpa adanya pemicu. Lalu apa penyebab autis? Autisme dapat menyerang seorang anak melalui beberapa faktor dibawah ini:

1. Faktor Genetikal

Meski penyebab autisme belum dapat dipastikan secara pasti. Namun beberapa peneliti meyakini bahwa penyebab autis berasal dari faktor genetik. Namun hingga saat ini para ahli belum dapat memutuskan kromosom manakah yang membawa benih autisme ini.

2. Pola Makan Sang Ibu

Makanan yang dikonsumsi selama masa kehamilan juga dapat memicu perkembangan jaringan saraf pada otak janin. Oleh karena itu agar kelak bayi yang dilahirkan tidak mengalami autisme, maka bagi ibu hamil sebaiknya hindari makanan-makanan yang mengandung gizi buruk.

Baca Juga Artikel : Makanan Yang Berbahaya Bagi Ibu Hamil

3. Tingkatan Stress

Bagi orang biasa, stress dapat memicu berbagai jenis penyakit seperti misalnya kanker dan stroke. Pada kasus ibu hamil, stress dapat memberikan tekanan bagi perkembangan janin. Hal ini dapat mengganggu pertumbuhan serta memberikan tekanan pada sistem saraf otak janin. Apabila hal ini terus berlanjut maka dapat mengakibatkan bayi tersebut lahir cacad, autisme, atau bahkan keguguran.

4. Konsumsi obat-obatan yang salah

Bagi ibu hamil sebaiknya menghindari penggunaan obat-obatan yang biasanya menjanjikan kesehatan bagi janin. Hal tersebut dikarenakan obat-obatan tersebut biasanya mengandung zat-zat kimia yang apabila dikonsumsi secara rutin malah akan berdampak buruk bagi kesehatan sang ibu dan janinnya. Namun tidak semua obat-obatan berbahaya, seperti obat ramuan tradisional yang menggunakan bahan alami dalam pembuatannya.

5. Virus TORCH

Apa itu TORCH? TORCH merupakan singkatan dari Toxoplasma, Rubela, Citomegalovirus, Herpes atau Hepatitis. Virus-virus tersebut dapat mengakibatkan berbagai kelainan pada pertumbuhan janin. Ibu hamil yang mengidap virus TORCH akan menularkan virus tersebut pada sang bayi. Alhasil bayi yang tertular virus tersebut akan mengalami gangguan kesehatan, gangguan jaringan saraf, dan besar kemungkinan bayi tersebut meninggal sebelum dilahirkan.

6. Kelahiran Secara Premature

Bayi yang dilahirkan secara premature memiliki resiko yang tinggi terserang gejala autisme. Hal ini disebabkan bayi tersebut harus dipaksa keluar dari rahim sang ibu sebelum pertumbuhannya sempurna. Kelahiran premature dapat terjadi apabila pada masa kehamilan sang ibu sering mengkonsumsi alkohol serta merokok.

7. Pola Asuh Yang Salah

Bayi harus sering diajak berkomunikasi, hal ini dapat melatih otak sang bayi dalam menerima informasi. Orang tua yang sering meninggalkan anaknya bermain sendirian akan meningkatkan resiko anak tersebut terserang gejala autisme.

Cara Mengatasi Autisme Dengan Melakukan Pendekatan Secara Alami

Bukan keinginan anda untuk memiliki keturunan yang mengidap autis. Namun apa daya jika anda dikaruniai hal demikian. Jangan bersedih atas apa yang telah terjadi, namun cobalah untuk mencari cara untuk mengatasi hal tersebut. Berikut ini beberapa cara untuk mengatasi penyakit autis pada anak, caranya yakni dengan:

  • Melakukan Terapi Serta Pendekatan Pada Penyandang Autis

    Seorang anak autis akan menghadapi kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang lain. Akibatnya anak tersebut akan merasa kurang percaya diri dan mulai menjaga jarak dengan orang lain. Sebagai orang tua anda harus mengetahui sikap anda dalam menghadapi anak autis. Sehingga nantinya anda tidak akan menyakiti perasaan sang anak, serta dapat mencuri perhatiannya. Lakukan pendekatan dengan sang anak secara terus menerus. Ajak dia untuk berbicara, serta ajarkan dia cara untuk mengatasi emosinya. Hal tersebut dapat membantu sang anak untuk tumbuh seperti layaknya anak yang normal. Sehingga nantinya dia akan terbiasa untuk menghadapi orang-orang disekitarnya.

  • Memberikan Nutrisi Yang Baik Untuk Penyandang Autis

    Anak autis tidak dapat diperlakukan seperti layaknya anak biasa. Mereka membutuhkan perlakuan yang sedikit istimewa dikarenakan keterbelakangannya. Untuk itu salah satu cara istimewa yang bisa anda lakukan untuk sang anak yakni dengan menjaga konsumsi makanannya. Pastikan anda memberikan makanan yang dapat memberikan nutrisi yang cukup untuk perkembangan fisik serta otak sang anak. Ada beberapa asupan nutrisi yang penting untuk menunjang pertumbuhan sang anak. Asupan nutrisi tersebut yakni: Protein, Karbohidrat, Omega-3, DHA, Vitamin B6, dan Antioksidan. Semua nutrisi tersebut bagus untuk kesehatan fisik serta memperbaiki sel-sel otak pada anak.

    NB
    : Sebaiknya hindari makanan yang mengandung perasa, pemanis, pengawet, serta zat-zat kimia lainnya.

Sekian Penyebab dan Cara Mengatasi Autisme. Semoga anak yang menderita autisme dapat hidup layaknya anak normal lainnya. Semoga berkat informasi diatas anda semua dapat lebih terbuka dan makin menyayangi anak anda.

Baca Artikel Kesehatan Lainnya di:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *